Mengenal Penyebab Mengapa Lansia Sering Buang Air Kecil

#Health
Seiring bertambahnya usia seseorang, maka fungsi tubuh akan semakin menurun. Hal ini biasa terjadi saat seseorang menginjak usia 55-70 tahun. Menurut data yang dirilis oleh World Health Organization (WHO), para lansia memiliki masalah pada kesehatan mereka yang disebabkan oleh perubahan gaya hidup mereka seperti berkurangnya waktu serta kualitas tidur, berkurangnya jumlah makanan atau minuman yang dikonsumsi, menurunnya fungsi organ tubuh serta kemampuan fisik seperti terganggunya kebiasaan buang air.

Terganggunya buang air kecil merupakan gangguan yang paling merepotkan karena akan sangat mengganggu aktivitas harian lansia. Normalnya, seseorang dapat buang air kecil sebanyak 4 hingga 6 kali dalam satu hari. Bila melebihi frekuensi tersebut maka patut dicurigai adanya beberapa penyakit yang mungkin diidap oleh seorang lansia. Dikutip dari National Institute of Aging, berikut ini beberapa hal yang menyebabkan lansia sering buang air kecil:

1. Tersumbatnya saluran kemih (retensi urin)

Retensi urin terjadi karena saluran kemih tersumbat sehingga jalan keluar urin terganggu. Biasanya penyumbatan ini terjadi karena kelenjar prostat pada kandung kemih membesar sehingga urin akan sulit keluar namun lansia akan merasa ingin buang air kecil setiap saat. Hal ini pun membuat lansia sering bolak-balik ke kamar kecil.

2. Otot kandung kemih kontraksi secara berlebihan

Kondisi ini biasa terjadi karena lansia sering mengonsumsi kafein, soda, alkohol dan pemanis buatan secara berlebihan ketika usia muda. Tidak hanya itu, infeksi saluran kemih, sembelit (sulit buang air besar) dan gangguan saraf seperti stroke atau cedera saraf tulang belakang dapat menjadi penyebab lain dari kontraksi berlebihan pada otot kandung kemih.

3. Kandung kemih tertekan

Otot saluran kemih lansia telah melemah sehingga tidak dapat menahan urin saat terjadi tekanan dalam kondisi-kondisi tertentu seperti pada saat bersin, batuk, tertawa terlalu keras, atau mengangkat barang berat. Melemahnya otot saluran kemih ini biasanya disebabkan oleh berbagai faktor antara lain proses persalinan normal, berat badan berlebih (obesitas) atau komplikasi pasca operasi.

4. Mengendurnya otot panggul

Otot panggul berfungsi mendukung kandung kemih dan memiliki peranan penting dalam mengendalikan keinginan buang air kecil. Otot panggul akan meregang saat kandung kemih berkontraksi sehingga urin dapat keluar. Seiring bertambahnya usia seseorang, otot panggul biasanya ikut melemah dan menyebabkan para lansia kesulitan mengendalikan keinginan buang air kecil.

Solusi untuk masalah ini adalah dengan memberikan popok dewasa yang memberikan rasa nyaman seperti popok dewasa Confidence. Untuk lansia yang masih aktif bergerak, berikan Confidence Popok Celana dengan desain slim & fit yang membuat penggunanya serasa menggunakan celana dalam biasa. Confidence Popok Celana juga memiliki tekstur bahan yang lembut, sejuk dan anti bakteri sehingga membuat lansia semakin nyaman menjalani hari tanpa harus bolak-balik ke kamar kecil.

Sedangkan untuk lansia yang sedang dalam kondisi tirah baring, berikan dua popok Confidence Classic Day di siang hari dan satu popok Confidence Classic Night di malam hari. Popok berperekat ini cocok digunakan oleh pasien tirah baring yang tidak bisa pergi ke kamar kecil sebab Confidence Classic Day dapat menyerap hingga empat kali lipat sedangkan Confidence Classic Night dapat menyerap hingga enam kali lipat. Selain itu, Confidence Classic Night juga dilengkapi dengan ekstrak aloe vera yang membuat kulit lansia terhindar dari iritasi.


Temukan produk yang tepat untuk Anda
dan dapatkan Free Sample nya

Tanya via WhatsApp