Mencegah Luka Dekubitus pada Pasien Tirah Baring

#Health
Apakah Caring People memiliki orang tua yang sedang menderita penyakit yang membuat mereka harus berbaring terus menerus? Jika iya, selain penyakit utama mereka, Caring People juga harus memperhatikan penyakit lainnya yang bisa mengintai orang tua terkasih, yaitu ulkus dekubitus atau yang dikenal juga dengan sebutan luka baring (bedsores). Luka baring terjadi akibat permukaan kulit yang tertekan terus menerus karena pasien berada dalam kondisi berbaring yang lama. Tertekannya area permukaan kulit ini menyebabkan berkurangnya suplai darah ke area permukaan kulit tersebut yang menyebabkan area permukaan kulit tersebut menjadi terluka. Dikutip dari situs John Hopkins Medicine, luka baring bisa menjadi masalah serius di kalangan lansia terutama mereka yang menderita diabetes, masalah peredaran darah, dan malnutrisi.

Berdasarkan tingkat keparahannya, menurut Harvard Medical School luka baring terbagi dalam empat tingkatan yaitu:
  • Tingkat 1: Kulit mulai terlihat kemerahan dan memar disertai rasa gatal, namun kulit masih belum terluka
  • Tingkat 2: Kulit mulai mengalami lecet dan luka terbuka
  • Tingkat 3: Luka mulai membentuk cekungan dan menyentuh lapisan kulit yang lebih dalam. Risiko kematian jaringan di sekitar luka sangat tinggi
  • Tingkat 4: Luka terbuka yang sangat dalam hingga ke bagian otot dan tulang. Jika sudah sampai di tahapan ini, risiko infeksi tulang (osteomyelitis) dan darah (sepsis) sangat tinggi.

Untuk menghindari terjadinya luka baring, menurut Dr. Madhuri Reddy dari Hebrew Rehabilitation Center di Boston, AS yang diterbitkan dalam Journal of The American Medical Association (JAMA) ada beberapa hal yang dapat Caring People lakukan, seperti:

1. Gunakan kasur anti dekubitus

Saat ini sudah banyak beredar di pasaran kasur yang bersifat “dinamis” yang secara mekanis dapat mengubah tekanan di bawah tubuh pasien. Misalnya kasur yang memiliki mesin pompa udara untuk memompa aliran udara keluar-masuk secara otomatis berbentuk gelombang-gelombang berisi tekanan udara yang memompa naik-turun menyesuaikan bidang tubuh, berat maupun posisi pasien yang berbaring di atasnya.

2. Ubah posisi berbaring pasien

Agar tekanan tidak terus menerus tertumpu pada permukaan yang sama, Dr. Reddy merekomendasikan untuk selalu mengubah posisi berbaring pasien setidaknya dua jam sekali. 

3. Perhatikan nutrisi pasien

Atur pola makan pasien dan pastikan pasien mendapatkan nutrisi yang paling optimal agar aliran darah pada tubuh pasien dapat terdistribusi dengan lancar. Selain itu, berikan asupan air mineral yang cukup agar kulit pasien terhidrasi dengan baik

4. Menjaga kebersihan

Jaga kebersihan selalu terjaga di sekitar pasien, seperti selalu mengganti seprei dan selimut agar bakteri dan jamur yang dapat memicu kerusakan kulit tidak berkembang di tempat pasien berbaring. Pastikan juga pasien menggunakan dua popok dewasa Confidence Classic Day di siang hari dan satu popok dewasa Confidence Classic Night di malam hari dengan teknologi diamond core yang dapat menyerap cairan ekstra cepat sehingga tidak membuat kulit lembab dan menghindari bakteri berkembang.


Temukan produk yang tepat untuk Anda
dan dapatkan Free Sample nya

Tanya via WhatsApp