Cara Mencegah PTSD Pada Lansia Veteran

#Health
Perjuangan perang para lansia veteran tak berhenti setelah kemerdekaan Republik Indonesia tercapai. Banyak lansia veteran yang masih harus berjuang melawan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau gangguan stress pasca trauma. 

Gangguan stress pasca trauma ini sering menyerang orang-orang yang memiliki pengalaman buruk di masa lalu, salah satunya karena kekerasan yang dialami saat berjuang melawan penjajah. Jika tak segera diberi pengobatan, gejala PTSD akan semakin memberat seiring bertambahnya usia lansia. Beberapa alasan mengapa lansia semakin sulit melupakan trauma masa lalunya adalah karena lansia memiliki “lebih banyak waktu luang” untuk berpikir dan teringat akan momen-momen masa lalu yang berat. Selain itu, sering melihat foto atau tayangan video yang mirip dengan kejadian-kejadian masa lalu juga dapat memperparah gejala PTSD.
 
Gejala PTSD yang tak diobati dapat  menyebabkan penderitanya tertekan dan berujung pada berkembangnya depresi. Beberapa orang dengan PTSD mudah merasa sedih dan sulit menemukan kesenangan dalam kegiatan yang biasanya mereka nikmati. Akhirnya, mereka bahkan mungkin mengalami kesulitan untuk mengalami emosi positif seperti kegembiraan dan kebahagiaan yang berujung pada depresi. 
 
Meski PTSD tidak dapat sembuh dalam semalam, ada beberapa tips yang bisa Caring People lakukan untuk lansia veteran agar berangsur-angsur dapat pulih dari PTSD:

1. Ajak lansia untuk melakukan relaksasi
Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, pijatan, atau yoga dapat mengaktifkan respons relaksasi tubuh dan mengurangi gejala PTSD.

2. Berikan lansia makanan sehat dan bergizi
Mulai hari lansia dengan sarapan, dan jaga agar energi lansia tetap jernih dengan makanan seimbang dan bergizi sepanjang hari. Berikan lansia ikan-ikan laut karena ikan laut mengandung omega-3 yang memiliki peran penting dalam kesehatan emosional. Batasi makanan olahan, makanan yang digoreng, tepung olahan, dan gula, yang dapat memperburuk perubahan suasana hati dan menyebabkan fluktuasi energi lansia.

3. Pastikan lansia cukup tidur
Kurang tidur dapat memicu emosi, lekas marah, dan kemurungan. Usahakan untuk tidur antara 7 hingga 9 jam setiap malam. Budayakan ritual pengantar tidur yang santai (dengarkan musik yang menenangkan, tonton pertunjukan lucu, atau baca sesuatu yang ringan) dan buat kamar tidur lansia senyap, gelap, dan setenang mungkin.

4. Berikan lansia Confidence Adult Care
Ketika lansia menderita PTSD, hormon adrenalin dalam tubuh akan meningkat dan saraf-saraf dalam tubuh akan menjadi lebih sensitif. Ketika ini terjadi, ginjal akan cepat mengalirkan urin dan otot-otot kandung kemih akan berkontraksi sehingga lansia lebih sering buang air kecil bahkan saat tidak menyadarinya. Oleh karena itu, berikan lansia Confidence Adult Care yang sesuai dengan kondisi lansia. Untuk lansia yang masih dapat bergerak dengan sedikit bantuan, berikan lansia Confidence Popok Celana Heavy Flow. Popok dewasa dengan inovasi terbaru yang memiliki daya serap maksimal  hingga 6x, berbahan Lembut, sejuk, dan bersirkulasi udara, mengandung SAP Anti Bakteria sehingga pengguna nyaman dan lebih percaya diri saat beraktivitas. 
 
Untuk lansia yang sedang menjalani perawatan tirah baring (bedridden), Berikan 2 popok Confidence Classic Day di Pagi dan Siang hari, yang menyerap cepat sehingga nyaman di siang hari. Sedangkan untuk malam hari, pastikan gunakan 1 popok Confidence Classic Night dengan daya serap maksimal, ekstra aloe vera untuk mencegah iritasi, dan pelindung samping bebas bocor, sehingga pengguna nyaman semalaman. 

Temukan produk yang tepat untuk Anda
dan dapatkan Free Sample nya

Tanya via WhatsApp